News Ticker

Menu
Diberdayakan oleh Blogger.

Browsing "Older Posts"

Batu Raflesia (Bengkulu) Banjiri Pacitan, Kenali Perbedaan dan Ciri - Ciri Kalsedon Pacitan

Jumat, 21 Agustus 2015 / No Comments

Sindopos.com - Kejujuran Penjual Batu Akik Aslil Pacitan Sangat Menentukan Apakah Itu Batu Kalsedon Asli Pacitan Atau Raflessia Dari Bengkulu. 

Perbedaan Red Raflesia dan Red Kalsedon Pacitan
Seiring dengan naik nya harga batu Red Baron Asli Pacitan dimana batu ini semakin sulit dicari dan banyak diburu oleh para kolektor batu akik Pacitan. Saat ini sering dijumpai dan banyak dijual batu Raflesia Bengkulu Yang kemudian diaku sebagai Batu Pacitan. Sekilas antara batu Asli Pacitan dan Raflesia Bengkulu sangatlah mirip baik karakter maupun ciri - ciri fisiknya. Jika masih dalam bentuk bongkahan antara Batu Raflesia dan Kalsedon Pacitan masih lebih mudah untuk dibedakan, tetapi jika sudah di olah menjadi batu akik maka akan lebih sulit, tinggal kejujuran sipenjual dan Kejelian si Pembeli.

Ciri - Ciri Bongkahan Red Raflesia/Rafflesia Chalcedony Bengkulu.

Raflesia Bengkulu1. Bongkahan Batu Raflesia Bengkulu memiliki karakter luar kulit warna Putih.
2. Raflesia Bengkulu Memiliki Kadar Kapur Lebih Tinggi
3. Jika di pegang serbuk kapur dari kulit batu reflesia akan menempel ditangan. 
4. Memiliki Warna lebih terang dari pada batu Pacitan.
5. Memiliki Serata Lebih Halus dan Lurus.

Masih banyak ciri - ciri lain yang apabila sudah sering mendapatkan batu pacitan akan lebih mengenali dan membedakan apakah batu itu Raflesia Bengkulu atau Asli Pacitan

Ciri - Ciri Bongkahan Kalsedon Pacitan

Bongkahan Kalsedon Pacitan Dari Berbagai Lokasi Tambang
Mengenali bongkahan Kalsedon untuk pemula akan lebih sulit lagi karena dari berbagai Lokasi tambang batu akik kalsedon antara satu lokasi tambang satu dan yang lainnya memiliki perbedaan karakter serta banyak kemiripan. Tetapi jika sudah sering membelah dan mendapatkan bongkahan batu kalsedon di lokasi tambang Nawangan, Mrayan, Keladen maupun Ndasar dan Maron akan lebih mudah mengenali dan membedakannya. 

Secara Umum berikut ini adalah ciri - ciri bongkahan Batu Kalsedon Pacitan.
1. Memiliki tingkat kekristalan lebih tinggi dari pada Raflesia Bengkulu
2. Memiliki kadar kapur Rendah dibandingkan dengan Raflesia Bengkulu.
3. Memiliki Serat Lebih Tebal dan Tidak Lurus Seperti Raflessia.
4. Untuk Bongakahan yang diambil dari Sungai (Keladen, Maron Ndasar) kalsedon ini memiliki lapisan kulit lebih tipis dan bersih jika dipegang.
5. Untuk warna Putih dan Kekuning - kuningan Adalah ciri bongkahan Kalsedon dari Ndasar, Maron atau Keladen.
6. Warna Merah dan Oranye lebih banyak di temukan didaerah Nawangan. Selain memiliki serat lebih halus daripada Mrayan, Batu Nawangan memiliki tingkat kekristalan dan Clarity yang lebih baik.

Untuk Membedakan Batu Pacitan atau Bukan Redaksi masih sedang melakukan Riset dan akan dipublikasikan untuk melengkapi Artikel Ini

Jadwal Pameran dan Kontes Batu Akik BSD Intermark Fest Tangerang 27 - 30 Agustus 2015

Kamis, 20 Agustus 2015 / No Comments

Sindopos.com - Artis - artis ibukota semarakkan pameran dan kontes batu akik BSD Intermark Fest Tangerang 27 - 30 Agustus 2015.

GEMPAR BATU MULIA cuman ada di pameran batu mulia spektakuler kerja bareng Harian Suara Rakyat Merdeka Jawa Pos Grup dan FPN Bursa Permata dan ACC Gem Lab dalam rangka Ulang Tahun Kemerdekaan RI 70 dan Ulang Tahun Rakyat Merdeka.
Acara ini didukung oleh 5 kementrian, artis dan politikus RI. Diadakan pada tanggal 27 sd 30 Agustus 2015 di Gedung Intermark BSD Tangerang.

 Acara meliputi:
- Seminar batu tiap hari bersama artis, politikus, pejabat dan gemologist
- Bazar Batu mulia
- Hiburan bersama artis2 papan atas al. Syahrini dll.
- Parade Drum Band
- Wayang Golek

-Kontes Batu Mulia dengan kelas sbb
1. Chrysocolla Chalcedony (bacan bebas) memperebutkan piala Menteri Perindusterian 
2. Pandan Sutera memperebutkan piala Menteri Dalam Negeri 
3. Picturial Gemstone 3D memperebutkan piala Menteri  Pariwisata
4 Picturial Gemstone 2D memperebutkan Piala Menteri Koperasi & UKM
5. Multicolor Gemstone (panca warna) memperebutkan Piala Menteri Sosial


Juara Umum mendapatkan piala dari ibu Puan Maharani
Hadiah lainnya:
Juara Umum uang 10jt
Juara I uang 5jt
Juara II uang 3 jt
Juara III uang 2 jt
Juara harapan I uang 1jt
Juara harapan II uang 750 rb
Juara haralan III uang 500 rb

SEGERA DAPATKAN INFO STAND SEBELUM KEHABISAN KARENA JUMLAH STAND TERBATAS.

HUB PUTUT 
HP : 081383596711 
BB  : 7DBB4D08
Riesdya Purwanthari 
082334054722 
BB 5855d12

Dibuka Kelas tambahan untuk Kelas Idocrase Totol/Lumut dan Kelas Orange to Red Chalcedony memperebutkan Piala Ketua PWI Pusat (Piala, Piagam dan Uang Tunai)
Juara 1 Rp. 1.500.000,-
Juara 2 Rp. 1.000.000,-
Juara 3 Rp. 750.000,-
Urutan 4 - 10 akan mendapatkan piagam

Pendaftaran Kontes dapat menghubungi
Luqman Gemstone HP 081554814889 BB 57AE4EF7
Gems Budi Suprapto HP 085647499089 BB 538EA8
Gunakan Tag sindopos.com Untuk mendapatkan informasi dan Bonus saat menghubungi Contact Person diatas

Mengenal Batu Safir; Kupas Tuntas Batu Safir, Safir Sintetis dan Obsidian Safir

Selasa, 18 Agustus 2015 / No Comments

Sindopos.com - Pengetahuan Dasar Tentang Batu Saphire/Safir. Pelajari, dilihat, diteliti baru kemudian putuskan beli atau tidak.

Batu Saphire
Batu safir yang dalam literasi Yunani ditulis σάπφειρος atau sappheiros, atau disebut juga batu biru, jaman dulu merujuk pada batu lapis lazuli. Sebenarnya, batu safir adalah jenis batu permata dari mineral corundum, aluminium oksida (α-Al2O3). Sejumlah kecil unsur seperti besi, titanium, kromium, tembaga, atau magnesium dapat memberikan warna pada korundum, yakni biru, kuning, ungu, oranye, atau hijau.

Umumnya, safir dikenakan dalam perhiasan. Safir dapat ditemukan secara alami, dengan mencari melalui sedimen tertentu (karena resistensinya terhadap kikisan dibandingkan dengan batuan yang lebih lembut) atau formasi batuan tertentu.

Batu safir juga dapat diproduksi untuk keperluan industri atau dekoratif dalam boule kristal besar. Karena kekerasan yang luar biasa dari safir, yakni 9 pada skala Mohs (mineral paling keras ketiga, tepat di belakang berlian dengan nilai 10 dan moissanite dengan nilai 9,25) – dan aluminium oksida pada umumnya, safir digunakan dalam beberapa penerapan non-perhiasan, seperti komponen optik inframerah seperti dalam instrumen ilmiah; kaca berdaya tahan tinggi; jam tangan kristal dan bantalan gerakan; dan wafer elektronik yang sangat tipis, yang digunakan sebagai substrat isolasi dari perangkat elektronik solid khusus (terutama sirkuit terpadu dan LED berbasis GaN).

Batu safir alami


Safir adalah salah satu dari tiga varietas permata korundum (satunya adalah ruby), didefinisikan sebagai korundum dalam warna merah, dan padparadscha, jenis oranye kemerahan. Meskipun warna biru adalah yang paling terkenal, safir bisa saja tidak berwarna dan ditemukan dalam berbagai warna termasuk warna abu-abu dan hitam.

Nilai safir alami bervariasi tergantung pada warna, kejernihan, ukuran, potongan, dan kualitas secara keseluruhan -serta asal geografisnya. Cadangan safir yang signifikan ditemukan di Australia Timur, Thailand, Sri Lanka, China (Shandong), Madagaskar, Afrika Timur, dan di Amerika Utara dalam beberapa lokasi, terutama di Montana. Safir dan rubi sering ditemukan dalam lingkungan geografis yang sama, tetapi salah satu permata biasanya lebih berlimpah di salah satu situs.

Safir ditambang dari endapan aluvial atau dari eksploitasi bawah tanah utama. Lokasi penambangan komersial untuk safir dan ruby ​​meliputi (namun tidak terbatas pada) negara-negara berikut: Afghanistan, Amerika Serikat, Australia, China, India, Kamboja, Kenya, Kolombia, Laos, Madagaskar, Malawi, Myanmar/Burma, Nepal, Nigeria, Pakistan, Sri Lanka, Tajikistan, Tanzania, Thailand, dan Vietnam. Safir dari lokasi geografis yang berbeda bisa jadi memiliki penampilan atau konsentrasi kotoran kimia yang berbeda, dan cenderung mengandung berbagai jenis inklusi mikroskopis. Karena itu, safir dapat dibagi menjadi tiga kategori: metamorf klasik, metamorf non-klasik atau magmatik, dan magmatik klasik.

Safir dari lokasi tertentu, atau kategori tertentu, mungkin secara komersial lebih menarik daripada yang lain, safir metamorf yang sangat klasik dari Kashmir (India), Burma, atau Sri Lanka belum mengalami pengolahan panas.

Obsidian Safir


Salah satu penerapan safir sintetis adalah kaca safir yang sering disebut kaca biru karena safir berwarna biru. Di sini kaca adalah istilah awam yang tidak merujuk kepada kondisi amorf, tetapi untuk transparansi. Safir tidak hanya sangat transparan terhadap panjang gelombang cahaya antara 150 nm (UV) dan 5500 nm (IR) (mata manusia dapat membedakan panjang gelombang dari sekitar 380 nm sampai 750 nm [50]), tetapi juga luar biasa anti gores. Safir memiliki nilai 9 pada skala kekerasan mineral Mohs.

Manfaat kunci dari obsidian safir adalah:

Band transmisi optik yang sangat luas dari UV ke nyaris inframerah, (0,15-5,5 m)
Secara signifikan lebih kuat dari bahan optik atau kaca standar
Sangat tahan terhadap goresan dan abrasi (9 skala Mohs, substansi alami yang paling keras nomor 3 sebelah moissanite dan berlian)
Suhu leleh yang sangat tinggi (2030 ° C)
Jadi yang disebut “kaca safir” mengacu pada safir kristal yang digunakan sebagai kaca atau penutup optik. Beberapa kaca terbuat dari boule safir murni yang tumbuh pada orientasi kristal tertentu, biasanya di sepanjang sumbu optik, c-axis, untuk refraksi ganda minimum untuk aplikasi. Boule diiris sampai ketebalan kaca yang diinginkan dan akhirnya dipoleskan ke permukaan yang diinginkan. Kaca optik safir dapat dipoles untuk berbagai permukaan karena struktur kristal dan kekerasannya. Permukaan kaca optik biasanya disebut spesifikasi scratch-dig sesuai dengan spesifikasi MIL-O-13830 yang diadopsi secara global.

Magical Mirror X5 yang diproduksi oleh perusahaan China Desay merupakan smartphone pertama yang menggunakan layar kaca safir. Sebelumnya kaca safir digunakan misalnya pada Apple Touch ID of the iPhone 5s, iPhone 6, dan iPad mini 3. Juga, cover safir telah digunakan untuk kamera belakang di setiap iPhone 5 atau yang lebih baru, dan setiap iPod Touch (generasi ke-5) atau yang lebih baru.

Kaca safir digunakan dalam ruang bertekanan tinggi untuk spektroskopi, kristal dalam berbagai jam tangan, dan kaca pada barcode scanner toko kelontong karena kekerasan dan ketangguhan material ini yang luar biasa yang membuatnya sangat tahan terhadap goresan.

Bahan ini juga digunakan pada kaca ujung pada beberapa tabung laser bertenaga tinggi karena transparansinya yang besar dan konduktivitas termalnya memungkinkan untuk menangani kepadatan daya yang sangat tinggi dalam spektrum infra-merah atau UV tanpa pecah akibat pemanasan.

Safir sintetis


Pada tahun 1902, kimiawan Perancis Auguste Verneuil mengembangkan proses untuk memproduksi kristal safir sintetis. Dalam proses Verneuil, dinamai sesuai namanya, serbuk alumina halus ditambahkan ke api oxyhydrogen, dan diarahkan ke bawah terhadap jubah. Alumina dalam nyala secara perlahan disimpan, menciptakan titik air mata berbentuk “boule” dari material safir. Dopan kimia dapat ditambahkan untuk menciptakan ruby versi buatan, dan semua warna alami safir lainnya, dan di samping itu, warna lain yang tak pernah terlihat dalam sampel geologi. Bahan safir buatan identik dengan safir alami, kecuali dapat dibuat tanpa kelemahan yang ditemukan dalam batu alam.

Kekurangan dari proses Verneuil adalah bahwa kristal dewasa memiliki strain internal yang tinggi. Banyak metode manufaktur safir saat ini adalah variasi dari proses Czochralski, yang diciptakan pada tahun 1916 oleh kimiawan Polandia Jan Czochralski. Dalam proses ini, biji kristal safir kecil dicelupkan ke dalam wadah yang terbuat dari iridium logam mulia atau molybdenum, yang mengandung alumina cair, dan kemudian perlahan-lahan ditarik ke atas dengan kecepatan 1 sampai 100 mm per jam. Alumina mengkristal pada akhirnya, menciptakan kembangan berbentuk wortel panjang dengan ukuran besar hingga 200 kg.

Safir sintetis juga diproduksi secara industrial dari aluminium oksida teraglomerasi, disinter dan disatukan (seperti dengan tekanan isostatik panas) dalam atmosfer yang kurang reaktif, menghasilkan produk polikristalin transparan tapi sedikit berpori.

Pada tahun 2003 produksi safir sintetis dunia mencapai 250 ton (1,25 × 109 karat), sebagian besar oleh Amerika Serikat dan Rusia. Ketersediaan safir sintetis murah membuka banyak kegunaan industri untuk bahan yang unik ini:

Laser pertama dibuat dengan tongkat ruby ​​sintetis. Laser titanium-safir populer karena kapasitasnya yang relatif jarang yang harus disetel untuk berbagai panjang gelombang di wilayah merah dan dekat-inframerah dari spektrum elektromagnetik. Mereka juga dapat dengan mudah di-mode-locking. Dalam laser ini sebuah kristal safir sintetis yang diproduksi dengan krom atau titanium kotoran disinari dengan cahaya yang kuat dari lampu khusus, atau laser yang lain, untuk membuat emisi terstimulasi.

Substrat safir sintetis berkualitas tinggi yang digunakan dalam nanoteknologi sering disebut Blue Glass, karena warna birunya.


Serangan Terhadap Muslim Di Papua Adalah Terorisme ?

Sabtu, 18 Juli 2015 / No Comments

Sindopos.com - Pacitan Umat Muslim Kecam Tindakan Terorisme Kepada Umat Muslim Di Papua.

Amuk Massa Pada Kegiatan Ibadah Di Papua
Tolikara: Kekacauan terjadi pada pelaksanaan salat Idul Fitri 1436 Hijriah di Kabupaten Tolikara, Papua. Warga setempat jadi ketakutan. Peristiwa itu terjadi sekira pukul 07.00 WIT, Jumat 17 Juli. Umat Islam tengah melaksanakan salat Id di halaman Koramil 1702 / JWY. Beberapa orang tibs-tiba datang berteriak.

Presiden Gereja Injil di Indonesia (GIDI) mengakui adanya surat edaran berisi larangan adanya kegiatan Lebaran bagi umat Islam. Namun dia menegaskan, isi surat tersebut keliru dan sudah diklarifikasi sebelum peristiwa pembakaran musala terjadi. 
Dikutip dari merdeka.com "Sudah saya klarifikasi bahwa isi surat itu tidak benar dan salah. Karena tidak ada yang boleh melarang umat Islam beribadah di hari raya," kata Presiden GIDI Dorman Wandikbo" (17/07). "Jika saja Polres Tolikara melakukan upaya pemberitahuan kepada umat muslim mengenai Perda yang berlaku di Tolikara. Kejadian tersebut tak akan sampai sejauh ini," ujarnya menegaskan.
Ditempat Lain Agus Hariyanto Mantan Ketua HMI Cabang Pacitan menyatakan bahwa serangan tersebut adalah sebuah tindakan terorism terhadap umat beragama. Apalagi dijelaskan bahwa di Tolikara ada perda yang melarang suatu umat untuk melakukan ritual keagamaan. Hal ini Oleh Agus Hariyanto juga disebut sebagai pelanggaran Hak Azazi Manusia, akan tetapi dunia seakan diam media seolah bungkam. Jika saja kejadian itu dilakukan oleh Umat Muslim seperti sudah ada yang mengatur beramai - ramai media Barat menyatakan itu adalah teroris, itu adalah pelanggaran HAM. Lalu di mana mereka sekarang ketika umat muslim dilanggar hak nya sampai timbul korban Jiwa Tandasnya.

Memang patut disayangkan memang kejadian ini terjadi dinegara yang mayoritas Muslim yang sangat toleran terhadap kaum minoritas tetapi giliran disuatu tempat menjadi minoritas kemudian begitu hina perlakuan mereka. Apalagi muncul surat Edaran secara resmi dari pihak Gereja Injil di Indonesia (GIDI) (Harry)

Surat Edaran Gereja Injil di Indonesia (GIDI) Yang beredar di Media Sosial

Keajaiban ini sudah terungkap Pada Jaman Nabi Muhammad SAW, Sebelum adanya ilmu pengetahuan

Selasa, 30 Juni 2015 / No Comments

Sindopos.com - Keajaiban ini sudah terungkap Pada Jaman Nabi Muhammad SAW, Sebelum adanya ilmu pengetahuan


كُلُّ ابْنِ آدَمَ يَأْكُلُهُ التُّرَابُ إِلاَّ عَجْبَ الذَّنَبِ مِنْهُ خُلِقَ وَفِيهِ يُرَكَّبُ
“Setiap (bagian tubuh) anak Adam pasti akan dimakan tanah, kecuali tulang ekor. Darinya ia telah diciptakan dan darinya ia akan disusun kembali” (HR. Muslim)

Dalam hadits shahih yang diriwayatkan Imam Muslim, Rasulullah bersabda tentang tulang ekor. Hadits ini disampaikan Rasulullah berabad-abad yang lalu. Sebelum ilmu pengetahuan mampu menjangkau dan menegaskan apakah hal tersebut bisa dibuktikan secara ilmiah.Hingga kemudian, serangkaian penelitian di abad moder membuktikan bahwa sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tersebut 100 persen benar.


Berikut keajaiban tersebut
1.Tulang ekor pusat sel dan jaringan

Han Spemann, seorang ilmuwan Jerman berhasil mendapatkan hadiah nobel bidang kedokteran pada tahun 1935. Dalam salah satu penelitiannya, ia menemukan bahwa asal mula kehidupan adalah tulang ekor. Dalam penelitian tersebut ia memotong tulang ekor dari sejumlah hewan melata dan mengimplantasikannya ke dalam embrio organizer.

Pada waktu sperma membuahi ovum (sel telur), pembentukan janin pun dimulai. Ketika ovum telah terbuahi menjadi zigot, ia terbelah menjadi dua sel dan terus berkembang biak sehingga terbentuk lempengan embrio yang memiliki dua lapisan. Salah satu lapisan disebut Internal Hypoblast yang memiliki beberapa unsur dan jaringan. Salah satunya

Han juga mencoba cara lain. Tulang ekor direbus dan kemudian dihancurkan dengan ditumbuk menjadi serpihan halus. Lalu ia mencoba mengimplantasikan pada janin hewan yang masih dalam tahap permulaan embrio. Hasilnya, tulang ekor itu tetap tumbuh dan membentuk janin sekunder pada guest body.

Masya Allah… benarlah sabda Rasulullah. Padahal beliau mensabdakannya 14 abad yang lalu. Sebelum sains bisa bicara banyak tentang tulang ekor

2. Tulang ekor tak dimakan tanah

Menurut Wikipedia, tulang ekor adalah bagian paling ujung dari kolom tulang belakang pada primata tak berekor. Terdiri dari tiga sampai lima vertebra (vertebra koksigeal) terpisah atau menyatu di bawah sakrum. Ia tersambung dengan sakrum oleh sendi fibrocartilaginous, simfisis sakroksigeal, yang memungkinkan gerakan terbatas antara sakrum dan koksiks.

Dr. Othman al Djilani, seorang profesor bidang histology dan pathologi Sana’a University, melakukan penelitian bersama Syaikh Abdul Majid dalam rangka menguji tulang ekor. Pada Ramadhan 1423 H, mereka membakar tulang ekor dengan suhu tinggi selama 10 menit hingga warnanya berubah menjadi hitam pekat. Kemudian mereka membawa tulang tersebut ke al Olaki Laboratory, di Sana’a, Yaman untuk dianalisis. Hasil laboratorium menunjukkan sel-sel pada jaringan tulang ekor tidak terpengaruh. Masya Allah.

Penelitian itu juga menjelaskan mengapa ketika dilakukan penggalian makam lama yang telah berusia berpuluh-puluh bahkan beratus tahun, ditemukan tulang ekor yang tidak hancur. Benar-benar sesuai dengan sabda Rasulullah.

Jadwal Pameran Batu Akik Nusantara TErbaru Bulan Mei - Juni; Malang Gemstone Festival

Jumat, 15 Mei 2015 / No Comments
Sindopos.com, Malang, Pameran Batu Akik Nusantara di Musium Brawijaya Malang Dengan Tema Malang Gemstone Festival  For Indonesian Treasure
Malang Gemstone Festival  For Indonesian Treasure

Malang Gemstone Festival  " For Indonesian Treasure" 28 mei s/d 31 mei 2015 at musium Brawijaya-Malang meliputi:

Pameran, Kesenian daerah, Akustik, Kuliner

biaya stand batu      Rp 2.500.000
stand Kuliner           Rp 2.000.000

fasilitas yang didapat : (partisi ukuran 2x2, 1 meja+ 2 kursi,listrik, colokan, lampu, dan etalase)
Biaya kontes :               Rp 200.000

contest category :
Chalcedony (open clas), agate ( gambar ), Indocrase ( polos dan corak )

ayoo segera daftarakan stad atau galery kesayangan anda untuk bergabung di pameran batu Akik / mulia di kota Malang.
buruaan.... stand terbatas hanya tersedia 82 stand batu dan 15 stand kuliner.

more info :
Dita      0857 2201 9611 -- pinbb : 2387cb4a
Sona    0813 2039 8040 -- pinbb : 2aced29b
Novice 0878 2048 7337 -- pinbb : 553200c1

Sepenggal Kisah, Perajin Batu Akik Di Pacitan

Kamis, 19 Maret 2015 / No Comments

Sindopos.com - Pacitan, Berharap ada sinergitas para pelaku batu. Sehingga ada standar harga yang lebih terjangkau

Somad, perajin akik saat memahat bebatuan menjadi akik
Somad, perajin akik saat memahat bebatuan menjadi akik
Bergelut didunia bebatuan, memang pekerjaan yang tak lazim dilakukan bagi sebagian besar masyarakat. Terlebih, mereka yang berangkat dari klaster ekonomi menengah-atas, pasti tidak akan pernah melirik profesi tersebut. Akan tetapi, berbeda yang dialami Rahmad Aris Subagyo, warga Kelurahan Ploso, Kecamatan/Kabupaten Pacitan ini. Sudah berpuluh tahun, ia menekuni dunia profesi yang tak banyak dilakoni orang. Hampir saban waktu, pria dua anak tersebut berinteraksi dengan bebatuan alam yang "disulap" menjadi batu akik bernilai ekonomis cukup tinggi. Bukan hanya itu, berkat tangan dingin sang Somad, begitu Rahmad Aris Subagyo, karib disapa, bebatuan alam yang semula tidak berbentuk, bisa menjadi perhiasan sangat indah dan artistik untuk dikenakan dijemari tangan. 

Lantas bagaimana ceritanya, berikut laporannya.
Saat itu jarum jam menunjukkan pukul 08.30 Wib. Seperti biasa, sebelum menjalankan aktivitasnya memahat bebatuan alam, Somad, biasa kongko-kongko diteras rumahnya. Sambil mencicipi secangkir kopi pahit, bikinan istri tercintanya, Somad selalu berelaksasi sejenak seraya mencari inovasi akan bebatuan yang bakal di sulapnya menjadi beragam perhiasan nan artistik. Tak lupa, sebungkus cigaret filter, menjadi teman setianya dalam menerawang kreasi-kreasi kontemporer yang akan diimplementasikan pada karyanya. Melihat kedatangan wartawan, pria yang khas dengan blangkon ala punggawa Keraton Ngayogjakarta itu, lantas menyambut dengan salam. "Wallaikum salam, monggo mas (wartawan), silakan duduk," sapa Somad menjawab salam wartawan Memo, Kamis (19/3).
Sejurus kemudian, Somad yang saat kemarin tengah kedatangan banyak tamu, berusaha meluangkan waktu untuk berbincang-bincang hangat seputar dunia perakik'an di Pacitan. Menurutnya, selama hampir setahun ini, euforia masyarakat terhadap bebatuan mulia, memang sangat tinggi. Terlebih bebatuan dengan jenis dan warna tertentu. Seperti merah serta kuning, yang diakuinya memang tengah top trending. Hampir semua strata masyarakat, bisa dibilang lagi "tergila-gila" dengan warna merah yang terpancar secara natural dari bebatuan akik. Meski belakangan, warna hijau, juga mulai menjadi trend baru yang juga tengah "dikejar" para pencinta batu akik. "Hal inilah yang kadang membuat semua sub sistem yang terlibat dalam dunia bebatuan akik, lupa waktu lantaran tergila-gila mencari jenis bebatuan tersebut,"  ujarnya, seraya terkekeh.

Sifat lupa tersebut, lanjut dia, bukan hanya menyasar pada pecinta batu. Namun para petani pencari, perajin serta penjual, disinyalir juga ikutan "lupa" seiring membomingnya bebatuan akik. Somad menjelaskan, kata lupa tersebut lebih dimaknai pada sisi transaksional jual-beli batu. Lantaran banyak pihak yang memburu akik dengan kualitas tinggi, khususnya jenis dan warna tertentu, membuat semua sub sistem semaunya sendiri. Petani pencari batu misalnya, karena mengerti bebatuan miliknya tengah diincar orang, mereka menjual dengan harga sangat tinggi. Tentu saja, perajin juga sedikit kewalahan dengan persoalan itu. "Kalau bahan bakunya sudah mahal, tentu harga jual batu setelah menjadi akik, juga akan meroket. Hal inilah yang menjadikan imej kalau harga akik saat ini sulit terjangkau. Terutama masyarakat klaster bawah, merasa tidak akan mampu membeli akik," bebernya.

Berangkat dari persoalan diatas, perajin jebolan home industri Ubibam itu berharap ada sinergitas para stake holder pelaku bebatuan akik. Mulai petani, perajin, penjual dan kolektor. Sehingga kedepan, selain sisi kualitas, sisi kuantitas juga akan ikut memperbanyak penyebaran bebatuan akik ke segala penjuru negeri dengan harga relatif terjangkau. Meski, kata Somad, standar kualitas batu, juga tidak bisa dikesampingkan. ‎Diakuinya, tidak ada salahnya, ketika pemilik batu akik yang memang berkualitas mematok harga "edan-edanan", hingga miliaran rupiah. Namun demikian, itu sangat kasuistis. Tidak semua batu akik, harus dibanderol dengan harga sangat mencengangkan. "Sah-sah saja, seandainya ada penjual batu yang mematok harga hingga miliaran rupiah. Namun hal tersebut tidak bisa digeneralisasi. Ada juga batu akik yang cukup dibayar dengan rupiah tidak seberapa, namun kualitasnya juga sangat kompetitif," tuturnya pada wartawan, kemarin.

Somad berharap, dengan standar harga yang relatif terjangkau, segmen penjualan batu akik asli Pacitan akan lebih menyasar ke semua strata masyarakat. Tidak hanya calon user lokal, namun semua masyarakat di Indonesia akan bisa mencicipi demam batu akik selama ini. Sebagai estimasi, kata dia, standar harga batu akik Pacitan, mungkin bisa dipatok pada kisaran Rp. 50 ribu hingga Rp. 150 ribu. Dia optimistis, dengan patokan harga seperti itu, secara kuantitas bebatuan akik asli dari kampung halaman mantan Presiden RI ke-enam, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu akan laris-manis terjual ke semua pelosok. "Kita juga harus sadar, bahwa potensi deposit bebatuan berkualitas sangat terbatas. Kalaupun ada, proses penambangannya juga tidak gampang. Sebab lokasinya cukup terjal diatas bebukitan serta lembah-lembah curam," ceritanya.

Lebih lanjut, Somad menuturkan, sama halnya seperti yang terjadi di pulau tetangga, Bengkulu dengan khas bebatuan merah ravlesianya. Euforia batu akik yang terjadi disana, diakui sudah sangat terstruktur. Sinergitas para pelaku batu sudah tertata sedemikian rupa. Apalagi ditunjang potensi deposit bebatuan sangat melimpah serta gampang dieksploiter. ‎Menurutnya, bebatuan warna merah asli Bengkulu, dijual dengan standar cukup terjangkau. Masyarakat penggemar batu disana, cukup merogoh kocek tak lebih dari Rp.300 ribu, sudah bisa mengenakan cincin akik berkualitas. "Ini sebagai bukti, sudah tertatanya semua sistem bebatuan disana. Mulai petani pencari batu, perajin, dan penjual akik, sama-sama kompak. Sehingga produk mereka cepat terjual dengan harga relative terjangkau," beber pemilik home industri Lara Selo itu.

Lantas bagaimana dengan Kabupaten Pacitan yang juga memiliki potensi bebatuan akik cukup melimpah? Menurut Somad, langkah pertama yang perlu segera dilakukan, bagaimana pemkab bisa memfasilitasi semua pelaku batu untuk bervisualisasi. Sehingga dengan intensnya komunikasi, akan bisa disepakati bagaimana merumuskan strategi dagang dengan kuantitas yang terus bertambah dan kualitas tetap terjaga, namun harga semakin terjangkau. "Yang tak kalah pentingnya juga, kita sangat perlu lokalisasi bagi semua pelaku batu agar lebih mudah berinteraksi. Sehingga tidak ada ego sentris masing-masing pelaku batu yang berimbas rusaknya segmen pasar yang sudah mulai tertata," pungkasnya. (***).